Kembali ke Daftar Berita
Berita

Wisuda XVI STID Mohammad Natsir dan Tasyakur 56 Tahun Kaderisasi Dai Dewan Dakwah, Kukuhkan 132 Kader Dai Penggerak Dakwah Peradaban

Oleh Admin Dewan Dakwah • Minggu, 26 Juli 2026
Wisuda XVI STID Mohammad Natsir dan Tasyakur 56 Tahun Kaderisasi Dai Dewan Dakwah, Kukuhkan 132 Kader Dai Penggerak Dakwah Peradaban

Jakarta, dewandakwah.or.id – Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir menggelar Wisuda Sarjana Strata Satu (S-1) XVI yang dirangkaikan dengan Tasyakur 56 Tahun Kaderisasi Dai Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia pada Sabtu (25/7/2026). Sebanyak 132 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan sebagai sarjana sekaligus kader dai ilallah yang siap mengemban amanah dakwah di berbagai penjuru Indonesia.

Jakarta, dewandakwah.or.id – Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir menggelar Wisuda Sarjana Strata Satu (S-1) XVI yang dirangkaikan dengan Tasyakur 56 Tahun Kaderisasi Dai Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia pada Sabtu (25/7/2026). Sebanyak 132 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan sebagai sarjana sekaligus kader dai ilallah yang siap mengemban amanah dakwah di berbagai penjuru Indonesia.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dihadiri jajaran pimpinan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, sivitas akademika STID Mohammad Natsir, orang tua wisudawan, alumni, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan.

Mengusung semangat estafet perjuangan dakwah, momentum wisuda tahun ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan 56 tahun kaderisasi dai Dewan Dakwah, yang terus berkomitmen mencetak kader dakwah berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi untuk umat.

Dalam sambutannya, Ketua STID Mohammad Natsir, Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I., memaparkan transformasi panjang kaderisasi dai Dewan Dakwah, mulai dari berdirinya Akademi Dakwah dan Bahasa Arab (Aqabah) pada awal 1970-an, Akademi Bahasa Arab (AKBAR), Lembaga Pendidikan Dakwah Islam (LPDI) pada 1987, hingga lahirnya STID Mohammad Natsir pada 1998.

"Tujuan Dewan Dakwah mendirikan lembaga pendidikan tinggi adalah sebagai wahana kaderisasi dai ilallah untuk memenuhi kebutuhan kader dai di tengah-tengah umat," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa menjalani proses kaderisasi yang terintegrasi melalui pembinaan berbasis asrama, masjid, hingga pengabdian langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal dari amanah dakwah yang lebih besar.

"Prosesi wisuda bukan sekadar pengukuhan gelar akademik formal semata, tetapi peneguhan amanah dakwah. Ini adalah gerbang utama untuk menghadapi proses pengkaderan selanjutnya. Tahap berikutnya adalah mengabdi di berbagai wilayah Indonesia sebagai pelayan umat dan penerus perjuangan dakwah," tegasnya.

Dr. Dwi juga memaparkan berbagai capaian pengabdian mahasiswa dan alumni STID Mohammad Natsir, antara lain praktik dakwah mahasiswi di 33 TPA, Komunitas Pecinta Masjid (KPM) di 112 masjid, Komunitas Pecinta Majelis Taklim di 23 majelis taklim, Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur'an (LTQ) dengan 86 pengajar dan 872 peserta, 171 peserta Kafilah Dakwah di 125 lokasi, serta 193 dai yang mengabdi di 162 titik dakwah.

Ia mengungkapkan bahwa seluruh lulusan tahun ini langsung mendapatkan amanah penempatan dakwah.

"Tahun ini, insya Allah kita akan memberangkatkan 133 dai dan daiyah. Sementara permintaan dai kepada Dewan Dakwah mencapai lebih dari 300. Karena itu seluruh alumni STID Mohammad Natsir langsung mendapatkan tugas dan tidak ada yang menganggur," jelasnya.

Tidak hanya memperkuat dakwah di wilayah 3T Indonesia, Dewan Dakwah juga mulai memperluas pengiriman dai ke luar negeri, yakni Timor Leste.

"Sebelumnya, melalui program Kafilah Dakwah, STID Mohammad Natsir telah mengirimkan lima dai ke Timor Leste. Ini merupakan mata rantai estafet dakwah yang dahulu dirintis oleh kader-kader yang dikirim Bapak Mohammad Natsir pada era 1980-an ke Timor Timur," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Senat STID Mohammad Natsir, Dr. Imam Zamroji, M.A., menjelaskan sejarah lahirnya lembaga kaderisasi Dewan Dakwah. Ia mengisahkan peristiwa di Kanagarian Maninjau, Sumatera Barat, ketika pelaksanaan Shalat Jumat terpaksa ditiadakan karena tidak ada khatib yang dapat menggantikan khatib utama yang sedang mengantar orang tuanya berobat.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian para ulama, termasuk Mohammad Natsir dan Buya Hamka.

"Kedua tokoh itu meyakini bahwa peristiwa tersebut merupakan tanda kelangkaan ulama. Dari situlah lahir gagasan mendirikan Akademi Dakwah dan Bahasa Arab Aqabah sebagai pusat kaderisasi dai," jelasnya.

Ia juga mengenang sejumlah alumni Aqabah yang kemudian menjadi tokoh penting Dewan Dakwah, di antaranya almarhum Ustaz Amlir Syaifa Yasin, MA, almarhum Ustaz Bachtiar Bakar, Lc., serta Ustaz Mazni Mohammad Yunus.

Dalam orasi ilmiahnya, Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.I., Ketua Dewan Dakwah Jawa Timur sekaligus Direktur Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto, mengingatkan bahwa tugas dakwah merupakan amanah besar sebagaimana firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 104.

Menurutnya, keberhasilan seorang dai tidak hanya diukur dari keluasan ilmu, tetapi juga dari kemampuannya mengajak kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, serta tetap sabar dan istiqamah dalam perjuangan.

"Pertolongan Allah akan senantiasa menyertai orang-orang yang istiqamah dalam perjuangan dakwah," pesannya.

Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Dr. Adian Husaini, M.Si., mengajak seluruh lulusan menjadi penerus perjuangan Mohammad Natsir dengan menghadirkan manfaat nyata bagi umat.

Ia berharap lulusan STID Mohammad Natsir mampu menjaga semangat dakwah, tradisi keilmuan, dan pengabdian di mana pun mereka ditugaskan.

"Saya optimistis masa depan dakwah di Indonesia berada di tangan kader-kader dakwah yang luar biasa. Karena itu, jagalah ukhuwah, perbanyak doa, dan tetap tawadhu dalam perjuangan," pesannya.

Suasana haru menyelimuti prosesi pengukuhan ketika para lulusan menerima ijazah di hadapan Senat STID Mohammad Natsir, disaksikan keluarga dan seluruh tamu undangan. Momentum tersebut menjadi simbol lahirnya kader-kader dakwah baru yang akan mengemban amanah di berbagai pelosok negeri.

Pada kesempatan itu, STID Mohammad Natsir juga memberikan penghargaan kepada para lulusan berprestasi dalam berbagai kategori, meliputi IPK tertinggi, masa studi tercepat, skripsi terbaik, praktikum dakwah terbaik, serta prestasi tahfiz Al-Qur'an sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi selama menempuh pendidikan.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Alumni STID Mohammad Natsir. Dengan penuh khidmat, para lulusan berjanji menjaga nama baik almamater, mengamalkan ilmu, memegang teguh nilai-nilai Islam, serta terus berjuang dalam dakwah demi kemaslahatan umat.

Mewakili wisudawan, Ust. Faimuddin Masang, S.Sos. menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pendidikan yang telah ditempuh. Ia mengenang pengalaman praktik dakwah di berbagai pelosok negeri yang membentuk karakter dan ketangguhan para mahasiswa sebagai calon dai. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para dosen, pembina, orang tua, dan seluruh pihak yang telah membersamai proses pendidikan mereka.

Wisuda XVI yang bertepatan dengan Tasyakur 56 Tahun Kaderisasi Dai Dewan Dakwah menjadi tonggak penting dalam memperkuat komitmen STID Mohammad Natsir sebagai pusat kaderisasi dai yang unggul dalam keilmuan, kokoh dalam akidah, serta siap mengabdi di tengah masyarakat.

Selama lebih dari lima dekade, lembaga kaderisasi Dewan Dakwah telah melahirkan ribuan alumni yang kini berkiprah sebagai dai, pendidik, penggerak masyarakat, pengelola lembaga pendidikan, hingga pemimpin organisasi dakwah di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan dikukuhkannya 132 lulusan baru, STID Mohammad Natsir berharap lahir generasi penerus yang mampu melanjutkan estafet perjuangan dakwah, membangun peradaban Islam, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa.

Humas Dewan Dakwah

Editor: Abu Dzakir

Berita Terkait

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026) Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)

Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.

Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional

Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.